Saturday, September 7, 2013

Cukup itu Tanda Syukur

Suatu hari seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang banyak sekali.

Si petani menjadi sangat kaya raya, dan ingin menumpuknya sebanyak mungkin. Sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya.

Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata "cukup".


Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?


Hampir semua orang merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.


Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.


Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?


Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.


Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.



Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.


"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.


Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.


Belajarlah untuk berkata "Cukup"


"Cara yang Paling tepat untuk "mengatakan" Cukup adalah dengan BERSYUKUR, semakin Kita merasa "cukup" dan Bersyukur maka Kita akan semakin dekat dengan Kebahagiaan dan jauh dari rasa kekurangan"


Sahabat...

Walau bagaimanapun Rasa syukur dan rasa cukup

harus kita barengi dengan ibadah sebagai wujud nyata .

agar rezeki kita semkin bertambah bukannya makin berkurang
agar cahaya iman semakin terang menerangi jalan hidup kita...


"Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau kufur (akan nikmat-Nya). " (QS An Naml:40)


"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim:7)

AWAN MENGIKUTI ORANG YANG BERTAUBAT


Diriwayatkan bahwa seorang tukang jagal terpesona kepada budak tetangganya. Suatu saat gadis itu mendapatkan tugas menyelesaikan urusan keluarganya di desa lain. Si tukang jagal lalu mengikutinya dari belakang sampai akhirnya berhasil menemukannya. Si tukang jagal lalu memanggil gadis itu dan mengajaknya menikmati kesempatan langka dan indah itu. 

Tetapi gadis itu menjawab, “Jangan lakukan. Meskipun sangat mencintaimu, aku sangat takut kepada Allah.”

Mendengar jawapan itu, si tukang jagal merasa dunia berputar. Kerana menyesal dan sadar hatinya gemetar, tenggoroknya kering dan hatinya semakin berdebar, dia lalu berkata, “Kau takut kepada Allah sedangkan aku tidak.”


Dia pulang sambil bertaubat. Di jalan ia diserang haus dan nyaris mati. kemudian bertemu seorang soleh. Mereka berjalan bersama. Mereka melihat gumpalan awan berjalan menaungi mereka berdua sampai mereka masuk ke sebuah desa. Mereka berdua yakin bahwa awan itu untuk orang yang soleh. Kemudian mereka berpisah di desa tersebut. Awan itu ternyata condong dan terus menaungi si tukang jagal itu sampai dia tiba di rumahnya. 

Orang soleh tadi heran melihat kenyataan ini. Dia lalu mengikuti tukang jagal tadi lantas bertanya kepadanya dan dijawabnya juga di tempat itu. Maka laki-laki soleh itu berkata, “Janganlah heran terhadap apa yang kau lihat, kerana orang yang bertaubat kepada Allah itu berada di suatu tempat yang tak seorang pun berada di situ.”


Saturday, August 31, 2013

Video Klip Novi Ayla CAKA

Video musik ini sangat populer dan hampir tiap hari diputar di tv. Saya sendiri sering mendengar lagu ini banyak dinyanyikan oleh orang-orang yang menyukainya. Bahkan lagu ini banyak dijadikan ringtone atau nada dering pada handphone mereka. Bagi yang penasaran silahkan tonton video klipnya dibawah ini.


Video Kisah Sedih Seorang Ayah Bisu

Video ini mengisahkan tentang seorang anak yang malu terhadap temannya dikarenakan sang ayah yang bisu. Suatu hari sang anak memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan memotong urat nadinya. Sang ayah yang mengetahui ini langsung membawa anak satu-satunya tersebut kerumah sakit dengan perasaan yang sangat sedih. Bagaimana kelanjutannya simak video dibawah ini.

 

Wednesday, April 24, 2013

Ada Yang Tau Jawabannya

Ada yang posting pertanyaan kayak dibawah ini gan, jadi ane coba posting ulang deh. sapa tau ada yang mau jawab?

Mengapa orang buta menoleh kalau dipanggil ?

Mengapa lagu "Burung Kakak Tua" dan "Topi Saya Bundar" memiliki nada yang sama?

Apakah ada kereta api jurusan Bandung – Surabaya seperti dalam lagu?

Mengapa di bawah kursi pesawat disediakan pelampung dan bukannya parasut?

Apakah memencet tombol lift berkali-kali akan membuat lift bergerak lebih cepat?

Mengapa di dalam film tidak ada satu orang pun yang menggunakan mouse saat sedang mengoperasikan komputer?

Siapa orang yang pertama kali memiliki ide untuk memakan benda putih bulat yang keluar dari pantat ayam?

Mengapa tidak ada kursi dengan baris huruf “I” di bioskop 21?

Mengapa kuntilanak selalu memakai baju tidur warna putih?

Jika petir tidak pernah menyambar ditempat yang sama, untuk apa orang memasang penangkal petir?

Meskipun SIM dan KTP memiliki bentuk dan ukuran yang sama, mengapa yang satu disebut surat sedangkan yang lain disebut kartu?

Jika seorang pembohong mengatakan bahwa dia telah berbohong, apakah anda akan mempercayainya?

Mengapa kebanyakan orang akan minta makan pada teman-temannya yang berulang tahun, tetapi akan minta kado jika dia sendiri yang berulang-tahun?

Mengapa pengiriman barang dengan truk disebut sebagai shipment, tetapi jika kita mengirim barang dengan kapal disebut sebagai kargo?

Apakah di pabrik teh kotak ada waktu untuk coffe break?

Apakah orang yang bekerja di pabrik Gudang Garam akan dipecat jika ketahuan merokok Marlboro?

Mengenai hukuman mati, mengapa kita membunuh orang yang telah membunuh orang lain untuk menunjukkan bahwa perbuatan membunuh itu salah?

Mengapa orang jahat di film selalu bercita-cita untuk “menghancurkan dunia”? dimana mereka akan tinggal setelah cita-citanya tercapai?

Jika tujuan hidup kita adalah untuk membantu orang lain, lalu apakah tujuan hidup orang lain?

Jika Circle K itu buka 24 jam sehari, mengapa di pintunya ada lubang kunci?

Mengapa minuman rasa lemon menggunakan perasa buatan sedangkan sabun cuci piring (katanya) memakai lemon asli?

Mengapa pilot kamikaze memakai helm?

Jika seluruh negara di dunia ini memiliki hutang, lalu kemana perginya seluruh uang yang ada?

Mengapa stiker yang berbunyi “anti lengket” bisa menempel di panci teflon yang katanya anti lengket?

Mengapa handuk perlu dicuci? Bukankah kita selalu dalam keadaan bersih ketika memakainya?

Saat duduk bangku tengah di dalam pesawat, sandaran kursi yang mana yang milik kita?

Jika salah satu kembar siam meninggal dunia, bagaimana nasib kembarannya?

Jika salah satu kembar siam menikah, bagaimana cara dia melewatkan malam pertamanya ?

Mengapa disebut bika ambon kalau asalnya dari medan?

Mengapa gerobak mie ayam selalu berwarna biru ?

Mengapa harga baju di ramayana Rp 300,000 dengan diskon 50%, tapi di Matahari Rp 150,000 tanpa diskon ?

Mengapa nyamuk selalu terbang di sekitar telinga ?

Mengapa orang yang menjual pakaian dalam wanita di pasar kebanyakan adalah pria ?

Mengapa Goofy bisa bicara dan berdiri dengan dua kaki sedangkan Pluto tidak bisa? Padahal keduanya sama-sama anjing.

Mengapa Donal Bebek memakai baju tapi tidak pernah memakai celana?

Mengapa kebanyakan superhero selalu memakai celana dalam di luar?

Mengapa tidak seorangpun yang mengetahui kalau clark kent itu adalah superman? Padahal perbedaannya cuma kacamata.

Mengapa ketika Bruce Banner berubah menjadi Hulk seluruh pakaiannya robek tapi celananya tidak?

Mengapa babi ngepet tidak bisa ngepet di bank atau ATM?

Mengapa pangkat Mayor lebih tinggi dari Letnan, tapi Letnan Jenderal lebih tinggi dari Mayor Jenderal?

Mengapa ulat daun tembakau tidak terkena kanker?

Mengapa semua orang ingin masuk surga, tapi tidak mau jika disuruh masuk SEKARANG?

Jika manusia berevolusi dari monyet, mengapa monyet masih ada sampai sekarang?

Jika orang membeli petasan karena suara letusannya, mengapa mereka menutup telinga ketika menyalakannya?

Mengapa air mineral dalam kemasan memiliki tanggal kadaluwarsa?

Mengapa Catur dianggap sebagai olah raga?

Jika seorang atheist menjadi saksi di pengadilan, bagaimana dia harus bersumpah?

Jika 2 anak kembar waktu kelahirannya berbeda 10 menit, yang satu lahir pada jam 23.55, dan saudaranya lahir jam 00.05. Apakah mereka merayakan ulang tahun pada hari yang berbeda?

Apakah orang yang lahir tanggal 29 Februari merayakan ulang tahun 4 tahun sekali?


Pasir dan Mutiara

Ada seorang anak muda yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi. Tanpa pengalaman, berbekal ijazah dan impian yang besar, dia mulai menapakkan langkah, mencoba terjun ke masyarakat dengan mencari pekerjaan. Dia mengirim banyak surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Sayang, harapannya tak sesuai kenyataan. Penolakan demi penolakan justru diterimanya. Tapi, saat diterima pun, ternyata pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan kemampuan dan kemauannya.


Saat dia pindah ke perusahaan lain, dan kemudian berpindah lagi, keadaan pun tidak jauh berbeda. Kekecewaannya berulang lagi. Ia merasa kecewa pada perusahaan, kecewa pada diri sendiri, dan kecewa pada penerimaan orang lain terhadap dirinya yang tidak sesuai dengan harapannya. Semua itu menyebabkan dia semakin hari merasa semakin stres, dan akhirnya berniat mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri. 

Untuk mewujudkan niatnya, dia memilih lautan sebagai tempat untuk bunuh diri. Setibanya di tepi laut yang berombak besar, segera niatnya dilaksanakan. Dia pun berlari mengejar ombak dan melemparkan dirinya ke dalam gelombang air pasang yang siap menelan tubuhnya. Tetapi usahanya gagal! Beberapa kali ia mencoba, juga gagal lagi. 

Saat itu, ada pria setengah baya yang kebetulan melihat ulah si pemuda dan segera menghampirinya. Orang itu lantas bertanya kepadanya, "Hei anak muda, kenapa engkau mau mengakhiri hidupmu dengan jalan pintas seperti ini?" 

Dengan muka sedih dan kepala tertunduk, si pemuda menjawab, "Hidupku sungguh tidak berarti. Aku gagal! Aku kecewa pada perusahaan tempatku bekerja. Aku kecewa pada diriku sendiri. Aku juga kecewa pada masyarakat yang meremehkan dan memandang rendah diriku. Untuk apa lagi aku hidup seperti ini?" 
"Anak muda, caramu berpikir itu salah! Pantas kamu mengambil jalan pintas seperti ini. Lihatlah ini," bapak itu berkata sambil tangannya mengambil sejumput pasir dan kemudian melemparkan ke depan. Pasir itu pun segera terserak bersama pasir yang lain. Setelah itu, dia berkata, "Pungutlah pasir yang saya lempar tadi." 
"Ah, mana mungkin pasir itubisa saya pungut lagi," jawab si pemuda keheranan, tak tahu apa maksud bapak itu menyuruhnya seperti itu. 

Melihat pemuda itu tampak tak mengerti maksud perintahnya, bapak itu kemudian ganti mengambil suatu benda dari kantong sakunya dan berkata, "Sekarang, pungutlah mutiara ini." Paman itu lantas melemparkannya mutiara dari kantongnya, sama seperti pasir tadi. Dengan segera dipungutlah mutiara itu oleh si pemuda. Mudah sekali! 

"Nah anak muda, dirimu saat ini, sama seperti butir pasir di pantai, tidak berbeda dengan pasir-pasir yang lainnya. Kalau kamu ingin diakui keberadaanmu dan memperoleh perhargaan dari orang lain, maka jadilah seperti mutiara ini. Tetapi, untuk bisa menjadi mutiara, perlu waktu dan perjuangan yang tidak ringan. Maka, berhentilah mengeluh dan menyalahkan orang lain. Belajar dan poleslah diri dengan sungguh-sungguh dan jadilah mutiara di kemudian hari." 

Si pemuda spontan menjabat erat tangan bapak itu, "Terima kasih Pak, saya memang salah. Sekarang saya sadar dan mengerti. Saya berjanji akan berubah dan memoles diri dengan keras untuk menjadi mutiara sejati." Maka, si pemuda segera bergegas, ingin memulai harinya yang baru dengan semangat untuk jadi mutiara yang berharga. 

Pembaca yang bijaksana, 

Saat kita sadar dan mengerti bahwa meraih kesuksesan itu membutuhkan proses dan perjuangan, maka mentalitas kita akan semakin kuat. Dengan keberanian, ketekunan, dan keuletan, kita siap menghadapi setiap rintangan yang muncul, untuk meraih kesuksesan dan kehidupan yang jauh lebih bernilai. 

Mutiara yang indah lahir dari proses alam yang cukup lama. Demikian juga diri kita. Untuk menjadi orang yang dihargai, disegani, dan dihormati, juga perlu pengorbanan dan proses yang berliku dan memakan waktu lama. Tapi, dengan satu tujuan yang pasti, kerja keras, tekad baja, kita akan benar-benar menjadi mutiara yang berharga bagi diri sendiri dan orang lain. 

Tidak ada sukses tanpa perjuangan. Tidak ada keberhasilan tanpa diiringi peluh keringat dan kerja keras. Maju terus dan poles diri dengan semangat pantang menyerah! Raih kesuksesan dengan langkah pasti! 

Salam sukses luar biasa!

Friday, April 19, 2013

SOMBONG

Pada suatu hari, seorang pria bertamu ke rumah seorang guru yang terkenal bijaksana. Sesampai di sana, ia tertegun keheranan. Dia melihat sang guru sedang sibuk bekerja; beliau mengangkut air dengan ember-ember besar serta menyikat lantai rumahnya sekuat tenaga.

"Guru, apa yang sedang Anda lakukan..??"

Sang guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Dan saya pun memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Tampaknya, mereka puas sekali! Namun, setelah rombongan itu pulang, tiba-tiba saja saya merasa menjadi orang yang amat hebat. Kesombongan saya mulai muncul. Maka saya melakukan hal ini untuk menghilangkan perasaan sombong itu."

Sahabat yang Bijaksana!

"Sombong" adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibanding orang lain.

Dan di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Mari memeriksa hati kita. Karena hal-hal baik yang terjadi pada diri kita saat ini, sangat mungkin terjadi karena perbuatan baik/amal yang kita lakukan pada masa lampau. Dan masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan sekarang. Ada baiknya juga mengingat bahwa kita sebagai manusia punya harkat dan martabat yang sama, juga memiliki nilai sama di mata Sang Pencipta. Kesombongan hanya akan membawa kita pada "kejatuhan".